MENGENAL PASUKAN FRONT SIPIROK AREA
Oleh : Drs. H. M. Fajar Bangun
Pasukan Front adalah bagian dari System pembagian wilayah pertempuran Republik Pada masa itu. Di Medan Area Front ini dibagi atas beberapa sektor Front seperti, Front Sektor Barat, Sektor Timur, Sektor Utara dan Sektor Selatan Tetapi di Sipirok di karenakan Area Pertempuran tidak seluas di Medan maka hanya dibentuk satu front saja yaitu “Front Sipirok” Pasukan Front ini adalah pasukan mandiri yang mempunyai wewenang penuh diwilayah pertempurannya dan merupakan GARDA terdepan dalam pertempuran yang dipercayakan kepadanya. Pasukan Front Sipirok ini tidak mempunyai markas yang menetap terkadang mereka menempati rumah-rumah penduduk di pinggiran Simangambat tetapi mereka lebih sering berada di dalam hutan sulit di jangkau dengan cara berpindah-pindah di sekitar Sipirok/Arse dan Laccat sehingga keberadaannya tidak dapat di pantau oleh siapapun diluar komunitasnya baik oleh atasan sendiri maupun oleh masyarakat setempat.
Setiap melakukan pertempuran maupun penyergapan terhadap serdadu Belanda Pasukan Front ini tidak pernah mengambil Rute yang sama dan secara berkala mereka melakukan perpindahan markas oleh karena itu mereka pada malam hari tidur dengan tergeletak begitu saja diatas tanah yang beralaskan daun serta apa saja yang bisa digunakan untuk alas tidur. Mereka selalu menempatkan markasnya yang berdekatan dengan air sebab air adalah salah satu Kebutuhan pokok manusia.
Pada awalnya jumlah pasukan front ini sekitar 150 personil yang keseluruhan anggotanya dibekali senjata berat dan ringan serta banyak peluru. Mereka adalah pasukan yang menyingkir dari Medan Area menuju Karo Area yang kemudian pada seleksi mobilisasi tentra republik menjelang Agressi-II mereka dipindah tugaskan ke Tapanuli Selatan untuk menempati wilayah pertempuran Sipirok yang disebut “Front Sipirok Area”. Kemudian jumlah pasukan ini bertambah terus karena ada pasukan lain yang memilih untuk bergabung dengan mereka.
Dalam menetapkan Markas pasukan Front memilih tempat di bukit-bukit yang terjal serta hutan yang lebat adalah suatu pilihan agar markas itu tidak dapat di jangkau dan di pantau oleh pihak musuh. Pasukan Front Sipirok ini dipimpin oleh “Letnan Basingan Bangun”
Untuk komunikasi dan hubungan keluar markas Basingan Bangun menempatkan dua orang tentaranya yang menyamar sebagi petani dan istri beliau (berasal dari Desa Bunga Bondar Sipirok) mereka di tempatkan di Desa Arse/Laccat yang Jaraknya sekitar 12 KM dari kota Sipirok.
Jika ada suatu hal yang penting atau sekedar memberitahukan perpindahan lokasi markas ataupun mencari info diluar markas Basingan Bangun mengirim kurir ke desa Arse tersebut.
Dalam Pasukan ini Basingan Bangun secara kebetulan di dampingi oleh beberapa saudara sepupunya yakni Letnan-II Mendan Bangun, Sersan Nangkih Bangun dan Kopral Mijer Bangun, Pasukan front ini personilnya terdiri dari berbagai suku dan Agama, mereka sangat mahir di dalam pertempuran sebab diantaranya bekas didikan tentara Jepang dan Pula rata-rata dari pasukan ini sangat berpengalaman berperang melawan Belanda karena mereka telah mengikuti pertempuran di Medan Area maupun di Karo Area, juga mereka mahir menggunakan Senjata ringan maupun berat serta piawai dalam melakukan Strategi bertempur dan mereka mempunyai ikatan batin yang kuat karena sejak Agressi-I sudah bahu membahu dan berjuang dalam suka duka di arena pertempuran.
MERDEKA !!!
MERDEKA !!!
Komentar
Posting Komentar