MENGENAL KOMANDAN 
FRONT SIPIROK AREA

Oleh : Drs. H. M. Fajar Bangun

        Basingan Bangun adalah nama seorang Pemuda kelahiran Batu Karang Tanah Karo Sumatera Utara pada tanggal 01 Januari 1926 kampung ini juga dikenal sebagai tempat lahirnya Tokoh Pahlawan Nasional Kiras Bangun yang melawan Belanda Pada tahun 1905. Nama Basingan Bangun tidak lepas dari peristiwa Clash-II/Agressi Militer – II Belanda Tahun 1948 di Sipirok.
     Beliau adalah seorang Letnan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang telah Aktif sejak tahun 1945 beliau juga pernah menjadi perwira kadet Jepang setelah mengikuti pendidikan Kosay Konbu pada masa Jepang menduduki Indonesia dan beliau terus menerus mengabdi sebagai prajurit TNI sampai diberikan Keputusan Pensiun (Purn) pada tanggal 31 Desember 1974 dengan tanda pangkat Letnan Kolonel.
         Sudah menjadi ketentuan dari tentara Republik di wilayah Sumatera Utara setiap kawasan pertempuran di bagi atas “front”, untuk kawasan pertempuran Sipirok juga terdapat front yang di sebut “ front Sipirok Area” dipimpin oleh Letnan Basingan Bangun yang secara kebetulan pula seiring dengan beberapa saudara sepupunya bernama Letnan dua Mendan Bangun, Sersan Nangkih Bangun dan Kopral Mijer Bangun.
        Basingan Bangun dan Nangkih Bangun wafat pada usia tua mereka di makamkan di Pemakaman Muslim Makam Pahlawan Medan, Begitu juga dengan Mendan Bangun yang meninggal dunia pada usia tua juga dan beliau di makamkan di pemakaman Keristen di makam Pahlawan  jalan Sisingamangaraja Medan. Sedangkan Mijer Bangun Tewas kena mortir Belanda di area Pertempuran Sipirok.Sebenarnya buku ini sudah lama di sarankan oleh Mayor Payung Bangun untuk di terbitkan tetapi baru sekarang terkesampaian.
      Kami juga mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada bapak BRIGJEN TNI (PURN) H. MOHD. ALI IMRAN SIREGAR, MBA.yang telah berkenan memberi sambutan pada buku ini dan bapak M. Ali Imran bukanlah orang lain bagi kami karena orang tua beliau juga termasuk pejuang Agressi di Tapanuli Selatan dan pada masa itu bapak Ali Imran juga turut menyaksikan para pejuang karena pada waktu itu rumah orang tua beliau pernah dijadikan tempat menginap beberapa pejuang.
  Akhirnya kami dengan rendah hati mempersembahkan buku yang bersumber dari para pelaku langsung diantaranya Basingan Bangun, Mendan Bangun, Nangkih Bangun, Bapak Ginting serta Bapak Taat Siregar dan dilengkapi oleh beberapa Buku lain sebagai acuan.
         Buku ini kami susun dengan maksud agar tidak hilangnya suatu peristiwa yang terjadi di sipirok sebab betapapun kecilnya peristiwa itu mungkin saja bisa menjadi suatu hal yang dapat di kenang pada masa berikutnya dan untuk menambah wawasan tentang FRONT SIPIROK AREA, karena selama ini generasi muda banyak yang tidak mengetahui tentang Front Sipirok Area tersebut. 

W a s s a l a m

P e n u l i s

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FRONT SIPIROK AREA