Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018
MAYOR BEJO MENGHADANG KONVOI BELANDA PADA AGRESSI-II DI SIMAGO-MAGO  Medan, 01 Juni 2018 Oleh Drs. H. M. Fajar Bangun      Terjadinya tumpang tindih antara pasukan tentara dengan pasukan Laskar Rakyat  yang berhaluan Politik ataupun masyarakat yang mengangkat diri sendiri dan golongannya dengan memakai tanda pangkat sesuka hati mulai dari sersan, letnan malahan ada yang mengangkat diri jadi Jenderal tanpa Pasukan (waktu itu disebut Jenderal Mundar mandir) Pada hal sejak tanggal 10 Oktober 1945 sudah dibentuk T.K.R di Sumatera Utara dengan tanda pangkat tertinggi adalah “Mayor, Kapten, dan Letnan” bagi yang pernah mengikuti Pendidikan Tentara Jepang serta Sersan kebawah bagi yang tidak mengikuti Pendidikan Tentara Jepang. Rantai Komando Tentara itu diperjelas dengan tanggal 6 mei 1946 sewaktu diadakannya pelantikan Militer pertama di Medan dengan Upacara yang dihadiri oleh utusan dari Pusat yang bernama Mayor Jenderal Harjowardoyo mulai saat itu tida...

Komando Sektor I Subtoterium VII Pimpinan Mayor Bejo Manghadang Jenderal Spoor di Bukit Simago-mago Tapanuli Selatan

Oleh : Drs. H. M. Fajar Bangun Mayor Bejo walaupun sebagai Komandan Sektor-I yang berkedudukan di Sidimpuan selalu sigap dan terkadang ambil bagian pada pertempuran di wilayah binaannya, meskipun wilayah pertempuran yang dipimpin oleh Mayor Bejo terbentang sangat luas mulai dari Asahan hingga Tapanuli Selatan. Seperti halnya yang telah ditulis oleh bagian penerangan Sektor-I pasukan Bejo yang bernama Edi Saputra, dalam bukunya yang berjudul “Bejo Harimau Sumatera dalam Perang Kemerdekaan” Edi menjelaskan Mayor Bejo mendapat info pada tanggal 23 Mei 1949 akan ada rombongan pasukan Belanda yang segera lewat dari arah Sidimpuan menuju Sipirok, untuk itu Bejo mengatur siasat menghadang konvoi pasukan tersebut di perjalanan .